file:///C:/My%20Documents/Downloads/template-8519462004015585656.xml just elNISA

Sunday, 27 March 2011

CARA UPGRADE ANDROID



CARA UPGRADE ANDROID
Cara yang perlu dilakukan untuk beralih ke Froyo tidaklah sulit, berikut adalah langkahnya:
1. Periksa update terbaru
Pengguna dapat memeriksa terlebih dahulu update apa saja yang telah disiapkan oleh HTC. Untuk melakukan tersebut hanya perlu menuju ke menu Setting, kemudian About Phone lalau merujuk ke System Sotfware Updates. Tunggu sesaat, maka ponsel akan memeriksa update terkini.

2. Backup file
Karena akan berganti sistem operasi, maka seluruh file installasi, daftar kontak, serta beberapa file lain yang berada pada memory internal bakal dihapus. Maka dari itu backup file wajib dilakukan. Untuk daftar kontak misalnya, pengguna dapat mensinkronisasi pada akun google.

3. Bersih-bersih SD Card
Sebelum melakukan update terbaru, pastikan tersedia ruang yang cukup pada memory eksternal yang digunakan. Pasalnya, setiap file yang akan download akan terlebih dahulu diletakkan pada SD card yang tersedia.

4. Siapkan koneksi yang lancar
Usai memeriksa update terkini yang ada pada server HTC, pengguna akan diminta untuk mendownload beberapa file terlebih dahulu sebelum beralih ke Froyo. Setelah itu ponsel baru siap untuk melakukan upgrade sistem operasi.

Agar proses installasi lancar, pengguna disarankan menggunakan koneksi yang lancar seperti Wi-fi. Pasalnya, ukuran file yang bakal didownload terbilang cukup besar yakni, sekitar 90MB.

Setelah seluruh proses donwload selesai, pengguna kini siap untuk bermigrasi ke Froyo. Tunggu beberapa saat, maka ponsel akan melakukan installasi secara otomatis. detik.com

Saturday, 26 March 2011

MAC Address


MAC Address (Media Access Control Address) adalah sebuah alamat jaringan yang diimplementasikan pada lapisan data-link dalam tujuh lapisan model OSI, yang merepresentasikan sebuah node tertentu dalam jaringan. Dalam sebuah jaringan berbasis Ethernet, MAC address merupakan alamat yang unik yang memiliki panjang 48-bit (6 byte) yang mengidentifikasikan sebuah komputer, interface dalam sebuah router, atau node lainnya dalam jaringan. MAC Address juga sering disebut sebagai Ethernet address, physical address, atau hardware address.
Jadi apa yang harus Anda lakukan untuk mendapatkan MAC Address? Ini cukup sederhana sebenarnya. Di sini kita mulai:
1. Klik menu Start kemudian klik Run. Pada kotak teks, ketik CMD. Klik OK.
2. Dalam jendela DOS (kotak hitam), ketik di bawah ini tanpa tanda kutip: “ipconfig /all” dan tekan Enter.
Anda akan melihat banyak hal yang mungkin tidak masuk akal. Pada dasarnya, perintah ini memberikan semua informasi untuk setiap kartu jaringan di sistem Anda, termasuk jaringan kabel adaptor, adaptor bluetooth, dan adaptor nirkabel. Jadi Anda harus melihat di bawah judul spesifik yang Anda butuhkan karena setiap adaptor akan memiliki MAC Address sendiri.
Alamat MAC Address biasanya item terakhir dalam daftar untuk setiap adaptor dan itu disebut Phyical Address. Anda akan melihat sepasang angka yang dipisahkan oleh titik dua, seperti 00:F2: 96:3E..00-f2-97.. dan seterusnya. Ini adalah alamat MAC Address Anda untuk adapter tertentu.

Wednesday, 23 March 2011

Repair Windows Xp Tanpa Install Ulang


Repair Windows Xp Tanpa Install Ulang

Bismillah, pengetahuan dan ilmu akan bertambah ketika kita mau belajar dari sebuah pengalaman, baik itu pengalaman yang pait maupun pengalaman manis, makanya ada pepatah "The Experience is the best Teacher" pengalaman adalah guru yang terbaik. Seperti biasanya saat menemui PC yang rusak, missing, system corrupt dst, cara cepat ya langsung format dan install ulang, tapi lain halnya kali ini, PC dirumah rusak, muncul peringatan bahwa windows missing jadi gak bisa ngeload windows, pikiran cepat biasanya format install ulang PC, tapi kepikiran juga, software aplikasi yang sudah terinstall sudah buanyak banget, so mending cari jalan keluar lain saja dech, soalnya pada waktu yang lalu sudah pernah baca di artikel tetangga, ada trik  Repair Windows Xp Tanpa Install Ulang, berburu tanya si mbah google dan akhirnya ketemu juga.

Berikut beberapa tips dan triknya, semoga bermanfaat:


NTOSKRNL Rusak atau Hilang (Missing or Corrupt)

Jika Anda mendapati pesan error bahwa “NTOSKRNL not found” / NTOSKRNL tak ditemukan, lakukan:
  1. Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
  2. Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
  3. Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai. Biasanya  angka 1
  4. Pindahlah ke drive CD Drive Anda berada. Tulis: CD i386
  5. Tulis: expand ntkrnlmp.ex_ C:\Windows\System32\ntoskrnl.exe
  6. Jika Windows XP Anda terinstal di tempat lain, maka ubahlah sesuai dengan lokasinya.
  7. Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT
  8. Selesai


HAL.DLL Rusak atau Hilang (Missing or Corrupt)

  1. Jika Anda mendapatkan error berkenaan dengan rusak atau hilangnya file hal.dll, ada kemungkinan
  2. file BOOT.INI mengalami salah konfigurasi (misconfigured).
  3. Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
  4. Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
  5. Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai. Biasanya  angka 1
  6. Tulis: bootcfg /list  
  7. Menampilkn isi/masukan pada file BOOT.INI saat ini
  8. Tulis: bootcfg /rebuild Memperbaiki konfigurasi dari file BOOT.INI
  9. Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT

Direktori \WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG rusak atau hilang
Jika Anda mendapatkan error dengan tulisan :

“Windows could not start because the following files is missing or corrupt
\WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG\SYSTEM or \WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG\SOFTWARE”
  1. Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
  2. Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
  3. Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai. Biasanya angka 1
  4. Masukkan password administrator jika diperlukan.
  5. Kemudian masuk ke c:\windows\system32\config dengan cara Tulis: cd\windows\system32\config
  6. Copy system bila yang rusak system dengan cara ketik: copy\windows\repair\system
  7. Copy software bila yang rusak bagian software dengan cara ketik: copy\windows\repair\software
  8. Tekan huruf y apabila ada pertanyaan mereplace file system yang lama.
  9. Ketik Exit dan keluarkan CD Anda.
NTLDR atau NTDETECT.COM tak ditemukan (NTLDR or NTDETECT.COM Not Found)

Jika Anda mendapati error bahwa NTLDR tak ditemukan saat booting:


1. Untuk partisi tipe FAT

Silakan Anda melakukan booting dari disket Win98 Anda dan salinlah file NTLDR atau NTDETECT.COM
dari direktori i386 ke drive induk/akar (root) C:\

2. Untuk partisi tipe NTFS
  • Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
  • Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
  • Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai. Biasanya angka 1
  • Masukkan password administrator jika diperlukan.
  • Masukkan perintah berikut, dimana X: adalah alamat drive dari CD ROM Anda (Sesuaikan!).
  • Tulis: COPY X:\i386\NTLDR C\:
  • Tulis: COPY X:\i386\NTDETECT.COM C:\
  • Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT

Saturday, 19 March 2011

----- Upgrade Firmware PSP ke 5.50 Prometheus-2 -----


Banyak game-game yang dirilis belakangan ini tidak bisa dimainkan walaupun sudah menggunakan custom firmware (CFW) 5.50 GEN-D3. Untuk mengatasi masalah ini, seorang programmer asal Tiongkok, liquidzigong mengembangkan sebuah varian CFW baru dengan nama “Prometheus“. Nah, baru-baru ini ia merilis update untuk CFW tersebut, yang ia sebut sebagai CFW 5.50 Prometheus-2. Ia mengklaim bahwa dengan CFW ini, kita bisa memainkan game-game yang sebelumnya hanya bisa dimainkan dengan official firmware (OFW) 6.30. Wow! Bagaimana cara instalasinya?
Pada dasarnya, CFW 5.50 Prometheus-2 ini memiliki seluruh fitur CFW 5.50 GEN-D3, ditambah dengan kompatibilitas untuk game-game yang membutuhkan OFW 6.30.
Sebelum memulai proses upgrade, perlu dicatat bahwa proses upgrade firmware ini beresiko merusak PSP anda dan saya tidak bertanggungjawab apabila PSP anda rusak (BRICK) atau mengalami kehilangan data dan berbagai jenis anomali/kerusakan lainnya. Jadi pastikan anda mem-backup data PSP anda dan mempersiapkan mental anda sebelum melakukan upgrade CFW ini.
Berikut adalah persyaratan untuk melakukan upgrade firmware:
  • Anda bukan pengguna PSP amatir/pemula – Upgrade firmware ini beresiko merusak PSP!
  • PSP-1000 dan PSP-2000 (non TA088v3) dengan CFW 5.50 GEN-D3 – lihat panduan ini terlebih dahulu apabila anda belum menggunakan CFW 5.50 GEN-D3
  • Baterai minimal 78% atau sambungkan dengan adaptor ke listrik untuk mengabaikan pengecekan baterai
  • Ruang kosong (free space) minimal 100MB pada Memory Stick
Bila anda tidak memenuhi SALAH SATU persyaratan di atas, maka sebaiknya anda tidak melanjutkan panduan ini.
Selanjutnya, lakukan langkah-langkah berikut ini:
  1. Unduh berkas CFW 5.50 Prometheus-2 dari: tautan unduh
  2. Ekstrak berkas yang baru anda unduh tersebut ke sebuah direktori
  3. Pasang kabel data PSP dan hubungkan ke PC/laptop, lalu pilih USB Connection pada PSP
  4. Pindahkan (move) atau salin (copy) direktori 5.50_Prometheus ke direktori /PSP/GAME pada Memory Stick PSP
    Pindahkan direktori 5.50_Prometheus ke direktori /PSP/GAME pada Memory Stick
    Pindahkan direktori 5.50_Prometheus ke direktori /PSP/GAME pada Memory Stick
  5. Kalau perlu, lakukan “Safely Remove Drive“, lalu lepas kabel data PSP anda
  6. Pada PSP, masuk ke menu Games | Memory Stick, pilih “5.50 Prometheus
    Aplikasi untuk melakukan upgrade ke CFW 5.50 Prometheus-2
    Aplikasi untuk melakukan upgrade ke CFW 5.50 Prometheus-2
  7. Tekan X untuk memulai proses upgrade – hanya berlangsung beberapa detik
    Proses upgrade ke CFW 5.50 Prometheus-2
    Proses upgrade ke CFW 5.50 Prometheus-2
  8. PSP anda kini sudah menggunakan CFW 5.50 Prometheus-2 – bisa dicek melalui menu System SettingsSystem Information
Semoga panduan ini bisa membantu anda. Selamat mencoba dan memainkan game-game PSP terbaru! ^^
Berikut beberapa screenshot dari game yang sudah saya coba:
Hatsune Miku: Project DIVA 2nd
Hatsune Miku: Project DIVA 2nd
Hatsune Miku: Project DIVA 2nd
Valkyria Chronicles II
Valkyria Chronicles II
Valkyria Chronicles II

How to backup your PSP game data to your PC


This brief tutorial will guide you through the steps required to backup your PlayStation Portable game data (saved games, characters etc) to your PC.
  1. The first step is to download and install Sony Media Go. The installation is pretty straight forward, and Media Go will automatically download and install any additional software it requires in order to function. The installation can take a while, so you may want to have your PSP handy to play some games while it’s installing
  2. Once installed, connect your PSP to your PC using a USB cable. Make sure to put your PSP into USB Mode by selecting (on your PSP) Settings -> USB Connection and confirm that it says USB Mode
  3. Launch Sony Media Go on your PC if it isn’t already running. Ensure that your PSP shows up in the left navigation menu. Select Saved Data from the PSP section of that menu.
  4. click to enlarge
  5. Click and drag your mouse over all of the Game icons from the top panel to select them all, or hold down the ctrl button on your keyboard and select only the ones you want to back up.
  6. click to enlarge
  7. Now drag those Game icons to the Saved Data section of the Library. The transfer will be very quick, but if you have a lot of saved game data, it might take a bit longer.
  8. Now if you select Saved Data from the Library, you’ll see icons for each of the games you opted to backup. At any point in time, if your Memory Stick becomes corrupt, lost etc, you can drag the data from your Library back to the Memory Stick, and all of your saved games etc will be restored.
  9. click to enlarge
  10. That’s it! 

Wednesday, 16 March 2011

Ken Rockwell,Daftar Situs Fotografi


Ken Rockwell,Daftar Situs Fotografi


Pemuda asal La Jolla California (dekat San Diego), mengawali websitenya secara santai, bahkan menganggap situsnya sebagai ‘work of fiction’. Tapi mengapa situsnya begitu terkenal?. Utamanya karena kelengkapan reviewnya yang sangat up-to-date, dan sudut pandangnya yang pragmatis. Kalau kita melihat port-folionya, terkesan biasa-biasa saja. Dari sudut teknis, sudah baik, namun Object of Interest nya terkesan sangat biasa.Bagi anda penggemar Photography, nama Ken Rockwell sudah tidak asing lagi. Setidaknya websitenya http://www.kenrockwell.com sudah menjadi acuan dalam membandingkan produk-produk photography, utamanya Nikon.
Namun demikian, sangat besar keputusan pembelian perangkat Photography didasarkan atas ‘advis’ Ken Rockwell sebagaimana diulas dalam situs tersebut.
Di lain sisi, kalau kita membuka forum-forum photography ’serius’, tak jarang kita membaca komentar negatif terhadap anjuran Ken Rockwell.
Sebenarnya, kita bisa membagi 5 kelompok Photographer:
  1. Bukan Photographer. Kelompok ini mempunyai kamera hanya untuk dapat merekam gambar. Dalam proses memiliki kamera, tanpa didahului dengan survey yang serius. Kameranyapun bisa bagian dari sebuah Cellphone, atau Compact Digital camera (disebut sebagai ‘Point and Shoot’), atau bisa merupakan hadiah.
  2. Photographer pemula, yang dalam membeli kamera, setidaknya sudah bertanya: ‘Berapa mega pixel?’. Umumnya tidak begitu perduli apakah itu Canon, Nikon, Sony, Kodak, Olympus, Panasonic dan merk lainnya.
  3. Photographer ‘Advanced Amateur’. Kelompok ini sudah sangat mengerti apa makna sebuah lensa bagi hasil gambar. Memiliki pengetahuan teknis yang baik, umumnya mempunyai ‘jam terbang’ yang cukup tinggi dengan port folio yang terbilang baik.
  4. Photographer elite. Mengapa disebut demikian? Karena dalam memilih Kamera, pertanyaannya: ‘Mana yang terbaik?’. Kelompok ini biasanya didukung oleh kemampuan Finansial yang sangat baik, sehingga selalu memilih ‘The best money can buy’. Umumnya perangkat Photographynya di simpan dalam Lemari kaca yang besar, dalam kondisi sangat terrawat, dan jumlah peralatannya mungkin lebih banyak dari jumlah Port Folionya.
  5. Photographer Professional. Kelompok ini melakukan kegiatan Fotografi sebagai sumber kehidupan (nafkah). Perangkat Photography bisa dimiliki secara pribadi (jika memiliki Usaha Pribadi), umumnya dimiliki oleh Perusahaan di mana dia bekerja.
Kalau kita melihat ke 5 kelompok tersebut, maka Kelompok 1-4 merupakan 90% dari seluruh Photographer, sedangkan Kelompok 5 merupakan 10% dari populasi.
Bagi Kelompok 1-4, umumnya apa yang dibahas Ken Rockwell dapat dijadikan panduan utama. Mengapa? karena dalam proses pengambilan gambar, tidak ada risiko finansial. Artinya, jikalau pengambilan gambar ternyata meleset, atau tidak berhasil dengan baik, paling juga cuma bisa bilang: ‘Ya, sayang hasilnya jelek!’.
Tapi bagi kelompok 5, tiada maaf bagimu. Jika hasil jepretan ketika Manny Pacquiao meng KO Ricky Hatton meleset, dapat berarti kehilangan pekerjaan. Atau ketika momen mempelai Pria mencium kening mempelai Wanita hasilnya blur karena tidak fokus, dapat menimbulkan risiko bisnis yang besar.
Dengan kata lain, pemilihan perangkat Photography (Jenis dan tipe Kamera, Lensa dan perangkat lainnya) sangat penting disesuaikan dengan jenis pekerjaannya. Memilih Canon atau Nikon, bukan didasari atas rekomendasi siapapun, tetapi lebih ke arah Features penting yang disesuaikan dengan pekerjaan. Tidak jarang, kelompok ini bahkan harus memiliki 2 atau 3 Fabrikan kamera berbeda, hanya karena kebutuhan atas Lensa tertentu.
Bagi kelompok 5 ini, semua opini Ken Rockwell tentu saja tidak berlaku. Mereka tidak membeli Kamera didasarkan atas berapa berat beban yang harus dipikul di pundak. Atau berapa US$ tipe A lebih mahal ketimbang tipe B. Bahkan mereka tidak perduli bahwa Lensa F2.8 dari merk yang sama harganya 10 kali lebih mahal dari F5.6! 2-Stop sudah merupakan beda antara Foto yang tajam dan bisa di release, dengan hasil yang Soft dan tidak layak.
Jadi, bilamana anda berada di kelompok 90%, referensi Ken Rockwell dapat anda gunakan tanpa ragu-ragu. Namun ingat, konsentrasi pada Objek foto, bukan alat!
Berikut beberapa link bermanfaat untuk penggemar Photography Kelompok 90%:
1. Thom Hogans: Situs penulis buku Manual Foto terkenal khususnya Nikon
2. DPreview: Situs yang bekonsentrasi pada ulasan Digital Photography
3. PhotoZone: Situs ulasan Photography yang akurat
4. John Shaw: Pakar Wild Life dan Nature Photography
5. Ansel Adams: Pakar Fotografi Hitam Putih.
6. Camera Labs: Situs umum mengenai Digital Camera
7. Imaging Resource: Situs umum mengenai Photography
8. Digital camera Resource Page: Situs umum Digital Camera
9. B&H Photo Video: Toko Photography terlengkap di dunia.
10. Adorama Camera: Toko Photography di Amerika.
11. JPCKemang: Toko Photography di Jakarta
12. Oktagon: Toko Photography di Jakarta
13. PhotoSig: Situs Photo Gallery terbaik di dunia
14. Fotografer.net: Situs Photo Gallery terbaik di Indonesia
15. DevianArt: Situs Art Photography

Shutter Count untuk Canon dan Nikon


Shutter Count untuk Canon dan Nikon, bagaimana melihatnya?


Catatan:
Untuk mengetahui apakah kamera kita adalah SLR atau bukan, diperiksa lensanya. Jika lensanya bisa diganti-ganti, hampir pasti jenis kamera adalah SLR. Jika lensa sudah menempel dan tidak bisa diganti, kamera tersebut hampir pasti bukan SLR (cara bodoh ini hanya berlaku bagi jenis kamera digital).
Jika kita hendak membeli atau menjual kamera digital SLR (Single Lens Reflex, artinya jendela bidik tepat berada di atas penta prisma yang menggunakan cermin teropong untuk melihat objek melalui lensa), selain kondisi fisik yang mulus, kelengkapan (termasuk DUS, herannya orang Indonesia senang sekali koleksi DUS), satu faktor penting adalah Shutter Count.

Secara mudah, Shutter Count (disingkat SC) adalah berapa kali satu kamera telah digunakan. Dalam hal ini yang dimaksud digunakan adalah berapa kali tombol pengambilan gambar (shutter release) telah dipencet.
Mengapa SC menjadi begitu penting? Hal ini disebabkan, pengambilan gambar suatu kamera SLR dilakukan dengan mekanisme cermin teropong selalu bergerak setiap kali gambar akan diambil (Pada saat membidik, cermin akan memantulkan gambar objek, sedangkan pada saat pengambilan gambar cermin akan berputar  agar cahaya dari lensa akan masuk ke sensor rekaman (CCD/CMOS) yang berada tepat dibelakang cermin.
Selayaknya benda mekanik, rancangan teknis suatu kamera telah ditentukan, berapa kali mekanisme ini akan berfungsi dengan sempurna sebelum secara alamiah keakurasiannya akan menurun hingga tidak berfungsi (istilah awam: rusak!).
Hal ini merupakan salah satu faktor, mengapa kamera digital profesional (sekelas Canon EOS 1D,  atau Nikon D1/D2/D3) harganya sangat mahal, kemudian kamera amatiran (sekelas Canon 1000D, atau Nikon D60) harganya relatif ’sangat murah’.
Walaupun tidak ada data resmi dari pabrikan mengenai berapa banyak SC suatu model, namun secara umum bisa diduga (walaupun belum tentu tepat), bahwa untuk jenis profesional, berkisar 500 ribu, sedangkan untuk kelas menengah (misalnya: Canon 5D atau Nikon D300) berkisar 300 ribu, dan kelas ‘murah meriah’ (Canon 1000D dan Nikon D5000) berada dikisaran 100ribu.
Artinya, kalau kita membeli Kamera Digital  kelas murmer dengan SC sudah mencapai 50 ribuan, ada kemungkinan masih tersisa 50 ribuan kali penggunaan sebelum fungsi shutter akan menurun atau berhenti bekerja.
Bagi pengguna amatiran, sebenarnya untuk mencapai angka 50 ribu adalah suatu pekerjaan yang sangat sulit. Jika seminggu digunakan sebanyak 200 kali, maka dibutuhkan 250 minggu atau 4 tahun lebih. Tapi untuk penggunaan profesional, hal ini sangat mudah dicapai!
Tidak semua kamera digital SLR memiliki SC, hanya dari jenis terbaru (misalnya: Nikon mulai dari generasi D200, sedangkan Canon dimulai dari generasi 40D atau DIGIC III).
Untuk memerika SC pada kamera digital Nikon, bisa dilakukan dengan mudah, jika di Komputer telah ada Adobe Photoshop CS 3 atau CS 4, dapat dilihat dengan membuka file gambar (JPG atau NEF), dan dilihat pada pilihan File Info.

Gunakan pilihan File Info yang ada pada Adobe Photoshop CS4
Gunakan pilihan File Info yang ada pada Adobe Photoshop CS4

Pilih Tab Advance kemudian buka pilihan AUX, akan terlihat aux:ImageNumber yang merupakan SC
Pilih Tab Advance kemudian buka pilihan AUX, akan terlihat aux:ImageNumber yang merupakan SC
Sedangkan untuk kamera Canon, agak lebih sulit, karena belum terrekam pada file gambar, tetapi dapat dilihat langsung pada parameter yang tersimpan di dalam kamera. Untuk itu bisa digunakan sebuah program kecil  40DShutterCount yang digunakan bersamaan dengan Canon EOS utility.
[Download Shutter Count Canon]

program 40DShutterCount.exe harus dicopy ke dalam folder EOS Utility
program 40DShutterCount.exe harus dicopy ke dalam folder EOS Utility
Program harus disimpan dalam Folder yang sama  dengan Canon EOS utility, kemudian pastikan bahwa Kamera Digital telah dihubungkan dengan Komputer melalui kabel USB.

Jalankan Program dengan Double-Click
Jalankan Program dengan Double-Click
Klik ‘Get Count’, dan bilamana koneksi kamera dengan Komputer telah terhubung dengan baik, maka informasi akan terlihat.

Bila semuanya berjalan dengan baik, angka SC akan terlihat
Bila semuanya berjalan dengan baik, angka SC akan terlihat

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons